Pada Akhirnya, Aku Mengerti Mengapa Kamu Pergi Lebih Dulu
Belakangan hari-hari terasa jauh lebih berat dijalani dari biasanya. Hidup ditengah hiruk-pikuk sosial dan aku masih bisa berfungsi dengan baik. Bahkan sangat baik. Tapi siapa yang tahu apa yang terjadi dibalik pintu kamar itu. Aku duduk di tepi tempat tidur, termenung mengharapkan satu sosok untuk hadir disana. Sayangnya, aku sadar bahwa itu tidak mungkin bisa terjadi sekalipun aku mengemis pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Aku selalu berdiri kokoh layaknya benteng yang disiapkan untuk tahan dalam setiap cuaca. Seperti seorang prajurit yang dibentuk untuk tangguh dalam setiap peperangan. Ya, aku mungkin cukup tahan dan tangguh untuk menang dari beberapa peperangan di dalam hidup. Tapi ketika kembali dari medan berat itu, aku akan diam dan bertanya di dalam hati – siapa yang akan membasuh luka-luka ini? Aku pernah tak sengaja membaca sebuah kalimat sederhana – “hidup memang sulit, tapi selama ada Ibu semua akan terasa baik-baik saja" . Aku bahkan melihat trend di sosial media baga...